|
|
||
|
![]() Tamron SP 17-50 F2.8 VC Sebagai penggemar Fotografi selama lebih dari 20 tahun, 90% menggunakan perangkat Nikon, sisanya 10% Canon. Berawal dari Camera Canon 7S (duplikat Leica M2) dengan lensa legendaris 50mm F0.95, maka berangkatlan pengalaman foto di awal tahun 70 silam. Berjalannya waktu, memiliki kesempatan untuk menggunakan Nikon F4, Nikon D100, Nikon D200, Canon 1000D dan Nikon D90. Koleksi lensa yang pernah dimiliki: Nikon AF 28-85, Nikon AF 80-200 F2.8 D, Nikon AF 20-35 F2.8, Nikon AF 105 micro F 2.8 D, Nikon AF-S 24-85, Nikon AF-S 24-120VR, Nikon AF-S 18-200 VR, Nikon AF-S 18-55 ED II. Untuk pertama kali saya memiliki lensa yang BUKAN Nikon, dan pengalaman pertama jatuh pada Tamron 17-50 F2.8 XR Di II VC (versi VR atau image stabilization). Proses keputusan mencoba lensa 3rd party berdasarkan pada banyak review yang positif, serta kepenasaranan untuk mencoba, sejauh mana lensa yang harganya kurang dari setengah harga Lensa Nikon (AF-S 17-55 F2.8 DX). Bagi yang gemar berselancar dengan Internet, atau yang suka meluangkan waktu berjam-jam di depan komputer, pasti pernah mendengar istilah “JavaScript”. Apalagi sebagai pemerhati IT (Information Technology), pasti istilah JavaScript sudah tidak asing lagi. Kebanyakan orang (dari yang awam hingga yang tidak awam di dunia komputer), JavaScript akan dihubungkan dengan JAVA (sebagai salah satu platform yang sangat populer, dan juga sebagai Programming language). Di sisi lain, mungkin terbetik bahwa JavaScript adalah peninggalan kitab leluhur/nenek moyang sebagai cakal bakal adanya Bahasa Jawa. Tidak banyak yang tahu, bahwa JavaScript tidak ada hubungan dengan Bahasa Jawa, dan juga tidak ada hubungan sama sekali dengan JAVA Programming Language, dan bahkan bukan bagian dari JAVA Application Platform. JavaScript, adalah Client-Side Server Scripting, yang dibuat oleh Netscape pada tahun 90 an (pada awalnya, diberi nama LiveScript, yang kemudian atas alasan ‘Marketing’ diubah namanya menjadi JavaScript). Mendengar nama ORACLE, bagi kaum IT (baca ‘IT Professionals’) langsung terbayang Server Database kelas atas, sebanding kemasyurannya dengan MYSQL maupun SQL Server. Hal ini memang tidak salah, namun kalau mau ditilik lebih lanjut, sebenarnya ORACLE memiliki 3 makna:
Sering kita berhadapan dengan pilihan, di mana kita harus memilih salah satu. Misalnya saja antara Windows Vista dan Windows XP. Windows atau Linux. Windows atau Mac (ini cerita lain). Mengapa tidak dua-duanya sekalian? Di sini uniknya Komputer, di mana dalam kehidupan sehari-hari pilihan hanya boleh satu (disebut Exclusive OR atau XOR), dalam memilih OS kita bisa memilih salah satu atau kedua-duanya. Sekarang pilihannya, apakah akan menggunakan Dual Boot (atau Multi Boot, kalau pilihan lebih dari dua), atau dengan teknologi yang sedang trendi, Virtualisasi (Virtualization). Dual Boot:Dual boot dilakukan dengan cara mengubah boot loader (GRUB), sehingga pada saat menghidupkan Komputer, terdapat pilihan OS mana yang akan dijalankan. Untuk Windows XP, Windows Server, Linux prosesnya cukup mudah. Sedangkan untuk Windows Vista dengan boot loader yang baru agak sedikit ‘tricky’. …lanjutkan… Bagi anda penggemar Photography, nama Ken Rockwell sudah tidak asing lagi. Setidaknya websitenya http://www.kenrockwell.com sudah menjadi acuan dalam membandingkan produk-produk photography, utamanya Nikon. Pemuda asal La Jolla California (dekat San Diego), mengawali websitenya secara santai, bahkan menganggap situsnya sebagai ‘work of fiction’. Tapi mengapa situsnya begitu terkenal?. Utamanya karena kelengkapan reviewnya yang sangat up-to-date, dan sudut pandangnya yang pragmatis. Kalau kita melihat port-folionya, terkesan biasa-biasa saja. Dari sudut teknis, sudah baik, namun Object of Interest nya terkesan sangat biasa. Di lain sisi, kalau kita membuka forum-forum photography ’serius’, tak jarang kita membaca komentar negatif terhadap anjuran Ken Rockwell. …lanjutkan… Kalau benar rencana akuisisi senilai $7.4bio (7.4 milyar dollar) dari Oracle untuk membeli Sun Microsystem menjadi kenyataan, tentu saja Bill Gates akan tersenum kecut. Oracle yang sangat berkibar dengan Multi-Platform Database digabungkan dengan Sun Microsystem yang merupakan pelopor (baca: pemilik) JAVA serta Perangkat keras Supernya, merupakan kekuatan baru yang tentu saja dapat membuat Microsoft pusing 7 keliling. Sun memang saat ini lagi kepusingan secara finansil, namun di lain sisi, proyek-proyek berbasis komunitas berkembang pesat. Open Office, merupakan upaya mengibas Microsoft office yang sudah defacto standard bagi setiap pengguna (bahkan pengguna MacOs sekalipun). Netbeans IDE merupakan tantangan bagi Microsoft Visual Studio, walaupun dalam versi 6.5 sekarang ini belum bisa menyamai Visual Studio 2008. Namun sejak Visual Studio tidak diperkenankan untuk mengusung Java, dengan sendirinya Netbeans (selain Eclipse) merupakan pilihan menarik bagi Java Developers. …lanjutkan… 7 Operating System berjalan dalam 1 komputer secara bersamaan? 3 world-class Database (SQL Server 2008, MySQL 5, Oracle 11G R1). Sebagai System Developer cross platform, memiliki lebih dari 3 Komputer adalah hal biasa. 1 Notebook dan 2 Desktop Server. Itu masih ditambah dengan dedicated Firewall/Router/Bandwidth management. Namun environment yang demikian membatasi portabilitas, sehingga kita dibatasi oleh keberaadaan Komputer, sedangkan diera sekarang ini, semuanya serba mobile. …lanjutkan… Jika aplikasi anda yang berbasis Microsoft Access 2003/2007 database (MDB), ingin di migrasi ke SQL Server 2008, ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Pada SQL Server 2000, DTS menyediakan sarana yang sangat canggih dan handal untuk migrasi dari berbagai Database (ODBC maupun native). Namun pada SQL Server 2005, pekerjaan ini menjadi tidak mudah. Pada SQL Server 2008 ternyata juga tidak mudah. …lanjutkan… ![]() Farmer Mart, jualan abang-abang sayuran dan buah ala California Belanja sayuran atau buah-buahan yang lewat depan rumah (abang-abang) identik dengan belanja murah yang fleksibel. Kualitas kadang ok kadang nyeselin, tapi ya namanya murah jadi nggak complain. Tapi beda dengan abang-abang sayuran atau buah-buahan di California. Selain harganya yang relatif lebih mahal, kualitas umumnya di atas rata-rata Super Market. Sebut saja komoditi umum semisal Strawberry, Orange, Ubi-ubian, atau berbagai macam kacang. Rasa dan ukurannya bisa bikin ngeces….. Enak gila! Jadi waktu di lihat harganya, walaupun bisa lebih mahal ketimbang harga di Ralph, Vons atau Albertson, tetap aja dibeli. …lanjutkan… Jika kita hendak membeli atau menjual kamera digital SLR (Single Lens Reflex, artinya jendela bidik tepat berada di atas penta prisma yang menggunakan cermin teropong untuk melihat objek melalui lensa), selain kondisi fisik yang mulus, kelengkapan (termasuk DUS, herannya orang Indonesia senang sekali koleksi DUS), satu faktor penting adalah Shutter Count. Catatan: Untuk mengetahui apakah kamera kita adalah SLR atau bukan, diperiksa lensanya. Jika lensanya bisa diganti-ganti, hampir pasti jenis kamera adalah SLR. Jika lensa sudah menempel dan tidak bisa diganti, kamera tersebut hampir pasti bukan SLR (cara bodoh ini hanya berlaku bagi jenis kamera digital). Mengapa SC menjadi begitu penting? Hal ini disebabkan, pengambilan gambar suatu kamera SLR dilakukan dengan mekanisme cermin teropong selalu bergerak setiap kali gambar akan diambil (Pada saat membidik, cermin akan memantulkan gambar objek, sedangkan pada saat pengambilan gambar cermin akan berputar agar cahaya dari lensa akan masuk ke sensor rekaman (CCD/CMOS) yang berada tepat dibelakang cermin. Selayaknya benda mekanik, rancangan teknis suatu kamera telah ditentukan, berapa kali mekanisme ini akan berfungsi dengan sempurna sebelum secara alamiah keakurasiannya akan menurun hingga tidak berfungsi (istilah awam: rusak!). …lanjutkan… |
||
|
Copyright © 2010 Lincowen Blog - All Rights Reserved 176 queries. 0.298 seconds. |
||